Penjudi Yang Kecanduan Judi Togel Online

Tidak ada yang menyukai yang namanya kekalahan, begitu juga pun mereka yang telah kecanduan judi. Namun konsisten saja mereka terus bertaruh. Jikalau bandar togel online senantiasa menang, mengapa tidak sekalian menyimpan uang? Manusia yang kecanduan judi mengatakan bahwa, meskipun kekalahan mereka telah bertumpuk, ada rasa yang membawa mereka kembali lagi ke perjudian togel online.

“Saya berkeinginan berjudi tiap-tiap saat,” Ujar seorang mantan penjudi yang pulih pada Scientific American pada 2019. “Saya menyukainya — aku merasakan rasa yang aku terima.”

Dan akhir-akhir ini, seorang eksekutif Wall Street mengakui bahwa dia telah mengelabui keluarganya, sahabat-terdekatnya dan orang lain hingga US$100 juta atau sekitar Rp1,3 triliun lebih untuk merasakan hobinya itu.

“Itu cuma satu cara agar aku dapat mendapatkan uang untuk memenuhi kecanduan berjudi aku,” Ujarnya pada pengadilan.

Namun bila mereka kehilangan uang – kemungkinan pun kehilangan profesi ataupun rumah sebagai dampak berjudi – bagaimana dapat rasa kepuasan itu melebihi perjuangan mereka?

Beraneka pertama yang harus diingat dalam bermain judi togel online yakni, orang berjudi bukan cuma karena prospek kemenangan saja. Mark Grifiths, yang yakni seorang Psikolog di Nottingham Trent University yang spesialisasinya yakni perilaku kecanduan mengatakan bahwa penjudi memiliki banyak motivasi atas adat istiadat mereka itu.

Dalam info lapangan terhadap 5.500 orang penjudi, prospek untuk “memenangkan uang yang banyak” yakni unsur terkuat. Namun kemudian diikuti dengan “karena ini hal yang menyenangkan” dan “karena ini juga hal yang mengasyikan”.

“Pun saat Anda keok berjudi, tubuh Anda masih dapat menjadikan adrenalin dan endorfin,” katanya.

“Orang-orang yang membeli hiburan.”

Penemuan ini disokong oleh suatu penelitian 2009 yakni peneliti dari University of Stanford di California, yang menemukan bahwa sekitar 92% orang telah mulai “kehilangan batasan” suatu dasar yang tidak dapat mereka lepaskan.

Namun demikian itu, fakta bahwa orang-orang hal yang demikian kehilangan uang sesudah mengunjungi website bandar togel online, misalnya, tidak memberi pengaruh kenikmatan mereka pada pengalaman hal yang demikian.

“Mereka terlihat puas meskipun mendapatkan kemenangan kecil, dan mereka akan memberikan toleransi pada kerugian yang kecil,” kata salah satu penulis penelitian, Sridhar Narayanan, pada saat itu.

“Sejujurnya para penjudi agen togel online sadar bahwa dalam jangka panjang, mereka akan keok ketimbang mendapatkan kemenangan.”

Dan untuk sementara waktu, keok dapat mensupport respons positif terhadap suatu kemenangan. Beraneka ini disebabkan karena ekspektasi penjudi terhadap kemenangan berubah saat mereka keok secara terus-menerus.

Seorang ilmuwan yang bernama Robb Rutledge, dia yakni ilmuwan yang berasal sebuah University College di london dan koleganya melakukan sebuah eksperimen terhadap 26 subjek yang otaknya dipindai saat mereka melakukan serangkaian pilihan, masing-masing pilihan dapat menampilkan hasil pasti dan tidak pasti – sebuah judi togel online.

Peserta juga dipinta untuk mengukur skala kebahagiaan mereka sesudah saat mereka memperoleh giliran atau sesudah tiga kali memperoleh giliran menebak suatu pasaran togel, misalnya suatu pasaran togel singapura, togel sydney, ataupun togel hongkong. Dan sebuah eksperimen serupa – tanpa alat pemindaian otak – dijalankan pada lebih dari 19.000 peserta di sebuah aplikasi hand phone, The Great Brain Experiment.

Jikalau penemuan kreatif yang menarik, regu menemukan bahwa saat peserta memiliki kemauan lebih kecil bahwa mereka akan mendapatkan kemenangan, respons mereka mendapatkan balasan yang setimpal menjadi naik.

Ini kemudian ditunjukkan bagus oleh sebuah laporan subjek bahwa mereka merasa bersuka cita dan data dari pemindaian fMRI. Pemindaian ini menampilkan bahwa aktivitas peningkatan di zona otak yang terhubung dengan syaraf dopamin.

Dopamin yakni suatu alat pemancar syaraf yang kompleks, dalam hal ini dapat terhubung dengan perubahan dalam situasi emosional.

“Jikalau orang hal yang demikian keok banyak, itu akan menurunkan kemauan mereka, dan ini yang akan meningkatkan kegembiraan mereka saat mereka mendapatkan kemenangan,” Ujar Rutledge.

Rasa ini saja telah betul-betul menarik hati.

“Jikalau hal buruk terjadi berturutan pada diri Anda maka ekspektasi Anda menurun – tapi kemudian Anda akan memperoleh sesuatu hasil yang bagus lagi, dan Anda mungkin akan lebih bersuka cita,” ujarnya.

“Namun pada skor ini, Anda harus telah pergi.”

Namun apakah alat-alat seperti agen togel online dapat aktif melakukan manipulasi? Griffiths menulis perihal pedoman atau pedoman yang dikasih oleh mesin permainan online pada pemain.

Belum banyak yang diketahui perihal sebuah desain mesin online hal yang demikian pada perilaku pemain, tapi, misalnya, banyak mesin online menggunakan warna merah atau yang serupa – yang dianggap lebih merangsang.

Lalu ada juga bunyi dan bunyi. Griffiths memikirkan kemungkinan bahwa ejekan dari sebuah mesin yang menanmpilkan karakter antagonis di The Simpsons dapat memberi pengaruh pemain.

Searah, saat pemain keok, karakter Mr Smithers mengatakan, “Anda dipecat!”

“Karena dengan hipotesis yang mensupport sebuah teori frustrasi dan penyesalan kognitif, sehingga ini dapat membikin alat permainan judi lebih menarik hati,” tulis Griffiths dalam sebuah makalah.

Salah satu unsur bagaimana tercandunya judi yakni seberapa tak jarang seorang pemain dapat bertaruh di judi togel online hal yang demikian.

Jikalau adanya waktu untuk berjudi togel online di bandar togel online berhubungan dengan tingkat keadaan susah kecanduan judi di suatu masyarakat, maka Griffiths mengatakan bahwa jumlah imbalan yang dapat dikasih – dan bukan imbalan sesungguhnya atau pun ragam judinya – yang menimbulkan penjudi patologis.

Judi togel online dirancang untuk terus membikin pemain tertarik dengan menawarkan hadiah pengganti, seperti kredit tambahan atau – sesudah keok – kemungkinan menang lebih besar ketimbang lazimnya dalam peluang selanjutnya.

“Jikalau Anda memberi imbalan-imbalan kecil yang notabenenya yakni uang, maka orang akan konsisten merespons,” kata Griffiths.

Dan yang menarik, ada model sebuah kasus di mana penjudi memaksimalkan “skill-bayang-bayang” sebagai sebuah pembenaran untuk mendapatkan kemungkinan imbalan hadiah hal yang demikian.

Griffiths memberikan sebuah sample mesin permainan online di Inggris yang dirancang dengan akal adaptif bahwa alat hal yang demikian akan memberikan lebih banyak ketimbang yang dikasih oleh seorang konsumen dalam jangka waktu-jangka waktu tertentu, dan sesudahnya alat akan kembali ke cara semula.

Artinya beberapa pemain akan berupaya sekuat energi untuk mencari (atau men-“skim”) mesin yang belum memberikan jackpot, dengan kemauan mereka ada di mesin itu saat mesin memberi jackpot.

Padahal penemuan kreatif penelitian ini menyimpulkan bahwa judi togel online tidak senantiasa soal menang, tapi justru sistem kerja bertaruhnya itu – dan unsur-unsur lain di sekitarnya yang membuatnya betul-betul menyenangkan.

Namun kecanduan berjudi tidak dapat ditunjukkan dengan sebuah kata-kata – kadang-kadang ada banyak alasan yang menimbulkan kecanduan pada seseorang – tapi tentu menarik untuk memandang bagaimana keseruan itu berhubungan pada struktur dan gaya permainan yang dimainkan.

Dan pun saat judi bukanlah obsesi yang bermasalah, konsisten saja permainan ini menghibur bagi mereka yang pulang dengan kantong kosong.

Namun, bertaruh pada pasaran togel singapura, pasaran togel hongkong ataupun pasaran togel sydney ? sepertinya itu tidak jadi soal.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *